
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat gizi tempe mudah dicerna, diserap dan dimanfaatkan tubuh dibanding dengan yang ada dalam kedelai. Ini telah dibuktikan pada bayi dan anak balita penderita gizi buruk dan diare kronis.
Selain itu tempe mengandung
1. Asam Lemak..Selama proses fermentasi tempe, terdapat tendensi adanya peningkatan derajat ketidak jenuhan terhadap lemak. Dengan demikian lemak tidak jenuh majemuk (polyunsaturated fatty acid, PUFA) meningkat jumlahnya. Asam lemak tidak jenuh mempunyai efek penurunan terhadap kandungan kolesterol serum, sehingga dapat menetralkan efek negatif sterol di dalam tubuh.
2. Vitamin.. Tempe merupakan sumber vitamin B yang sangat potensial dari bahan pangan nabati. Jenis vitamin yang terdapat dalam tempe antara lain vitamin B1, B2, asam pantotenat, asam nikotinat, vitamin B6 dan B12. Para vegetarian tidak perlu merasa khawatir kekurangan vitamin B12 sepanjang mereka melibatkan tempe dalam menu hariannya.
3. Mineral.. Tempe mengandung mineral makro dan mikro dalam jumlah yang cukup. Jumlah mineral besi, tembaga dan zink beturut-turut adalah 9,39; 2,87; dan 8,05 mg setiap 100 gram tempe. Kapang tempe dapat menghasilkan enzim fitase yang akan menguraikan asam fitat (yang mengikat beberapa mineral) menjadi fosfor dan inositol. Dengan terurainya asam fitat, mineral-mineral tertentu (seperti besi, kalsium, magnesium dan zink) menjadi lebih tersedia untuk dimanfaatkan tubuh.
4. Antioksidan.. Di dalam tempe juga ditemukan suatu zat antioksidan dalam bentuk isoflavon. Selain zat-zat diatas isoflavon juga merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas. Dalam kedelai terdapat 3 jenis isoflavon yaitu daidzein, glisitein dan genistein. Antioksidan ini disintesis pada saat terjadinya proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcus luteus dan Coreyne bacterium. Mengkonsumsinya dalam jumlah cukup secara teratur juga dapat mencegah terjadinya proses penuaan dini. Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genistein dan fitoestrogen yang terdapat dalam tempe ternyata dapat mencegah kanker prostat dan kanker payudara.
wooow nice info...tempe is the best...
BalasHapustempe makanan kesukaan saya..:)
BalasHapusaku paling suka tempe pake selimut... eh, tempe goreng tepung....
BalasHapustempe.. oh tempe... i like u :)
BalasHapushehehe.. apalagi kalo lagi bokek .. kau penyelamat hidupku ^_^
salah satu makanan kesukaan saya, selain tahu.
BalasHapushidup tempe... :-)
tempe emang the best deh sob!!!
BalasHapushehehe :D
Indonesia punya tuh!
Waduw.....
BalasHapuskayaknya makanan yg satu ini tidak membuat kita bosen yach :D
Walau bosen tetep saja kapan2 pengin makan lagi :)
Salam :)
Tempe goreng tepung plg maknyuuuss.. (^.^)
BalasHapusThis is a great article. I am pretty much impressed with your good work.You put really very helpful information. Keep it up.
BalasHapus